PAPUA.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Umat Katolik diajak untuk memaknai Paskah sebagai momentum pembaruan hidup yang nyata, sejalan dengan tema Paskah 2026, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (bdk. 2 Korintus 5:17). Seruan ini disampaikan Ketua Dewan Paroki Santo Yoseph Fakfak, Josep Goenawan, dalam pesan Paskahnya kepada umat.
Menurut Josep, kebangkitan Kristus merupakan pusat iman Kristiani yang tidak hanya dirayakan secara liturgis, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Dalam terang Paskah, setiap orang beriman dipanggil untuk menjadi ciptaan baru, meninggalkan manusia lama dengan segala dosa, luka, dan kelemahan, serta membangun kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah.
Baca Juga:
Arti dan Makna Kamis Putih bagi Umat Katolik
“Tema Paskah tahun ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan Kristus membawa pembaruan total bagi kemanusiaan kita. Karena itu, Paskah harus menjadi titik balik untuk berubah, bukan sekadar perayaan seremonial,” ujar Josep pada Jumat (3/4/2026).
Misa Kamis Putih di Paroki Santo Yoseph Fakfak.
Ia menegaskan, di tengah berbagai realitas kehidupan seperti kesulitan ekonomi, persoalan sosial, hingga tantangan dalam keluarga, Paskah hadir sebagai sumber harapan yang tidak pernah pudar. Kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa penderitaan dan kegelapan tidak memiliki kata akhir dalam hidup manusia.
Baca Juga:
Polda NTT Kerahkan Kekuatan Penuh untuk Amankan Ibadah Paskah
Lebih jauh, umat diajak untuk menjadi “Manusia Paskah”, yakni pribadi yang membiarkan Kristus sungguh hidup dan berkarya dalam dirinya. Hal ini tampak dalam sikap kasih, pengampunan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.
“Menjadi Manusia Paskah berarti menghadirkan terang Kristus di tengah dunia, mulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam konteks kehidupan menggereja, Josep juga menekankan pentingnya membangun Gereja yang sinodal, yakni Gereja yang berjalan bersama, melibatkan seluruh umat, dan mengedepankan semangat kebersamaan. Ia mengajak umat Paroki Santo Yoseph Fakfak untuk semakin aktif dalam pelayanan dan kehidupan komunitas.
“Gereja yang hidup adalah Gereja yang dibangun oleh umatnya sendiri, dengan semangat persaudaraan dan keterlibatan,” ujarnya.
Selain itu, perhatian terhadap sesama menjadi salah satu penekanan penting dalam pesan Paskah tahun ini. Umat diingatkan untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, melainkan hadir sebagai pembawa harapan melalui tindakan nyata, baik dalam bentuk solidaritas, bantuan, maupun kehadiran yang menguatkan.
Peran keluarga juga mendapat perhatian khusus. Josep menyebut keluarga sebagai Gereja rumah tangga yang menjadi tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai iman. Ia berharap damai sejahtera Kristus yang bangkit senantiasa tinggal dalam setiap keluarga Katolik, sehingga mampu menjadi sumber kasih dan kekuatan bagi anggotanya.
Di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, umat Katolik juga diimbau untuk terus menjaga kedamaian, merawat toleransi, serta memperkuat persatuan. Nilai-nilai Paskah, menurutnya, harus tercermin dalam sikap hidup yang menghargai perbedaan dan membangun harmoni bersama.
Menutup pesannya, Josep Goenawan mengajak seluruh umat untuk sungguh menjadikan Paskah sebagai momentum pembaruan kemanusiaan yang nyata, baik secara pribadi maupun bersama.
“Semoga Kristus yang bangkit membarui kemanusiaan kita, menguatkan iman, dan menghadirkan harapan serta damai bagi dunia,” tutupnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]