PAPUA.WAHANANEWS.CO, Paniai - Memasuki musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit.
Keterbatasan air bersih, tingginya debu, dan suhu dingin pada malam hari di wilayah pegunungan Paniai disebut menjadi pemicu utama meningkatnya kasus penyakit berbasis lingkungan.
Baca Juga:
Pemkab Paniai Kuatkan Forum Kemitraan, Kejar 3 Target Lawan AIDS, TBC dan Malaria
6 Penyakit Mulai Meningkat Sejak Juli
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Paniai, Beny Degei, SKM., M.KM, menyampaikan berdasarkan laporan surveillance dari puskesmas se-Kabupaten Paniai, ada 6 jenis penyakit yang angkanya mulai meningkat sejak Juli 2026.
"Enam penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat yaitu diare dan disentri, ISPA, penyakit kulit seperti skabies dan pioderma, demam tifoid, konjungtivitis atau mata merah, dan dehidrasi," ujar Beny di Enarotali, Rabu (20/8/2026).
Baca Juga:
Esau Tatogo Harap Musyawarah Pastoral Mee Lahirkan Rekomendasi Pastoral yang Menyentuh Kehidupan Nyata Umat
Ia merinci, diare dan disentri dipicu minum air sungai atau danau tanpa dimasak. ISPA terjadi akibat debu kemarau dan asap perapian di dalam honai. Penyakit kulit muncul karena jarang mandi dan pakaian kotor.
Sementara demam tifoid disebabkan makanan terkontaminasi air kotor dan lalat. Konjungtivitis dipicu debu dan penggunaan handuk bersama. Sedangkan dehidrasi terjadi karena kurang minum air di siang hari.
6 Langkah Pencegahan
Dinkes Paniai merumuskan 6 langkah pencegahan untuk masyarakat.
1. Jaga Air : Masak air sampai mendidih. Gunakan tawas untuk menjernihkan air keruh
2. Jaga Tangan : Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah dari toilet
3. Jaga Makanan : Tutup makanan. Cuci sayur dengan air matang. Jangan makan mentah
4. Jaga Rumah : Buat lubang ventilasi asap di honai. Jemur kasur dan pakaian
5. Jaga Tubuh : Minum air putih cukup. Makan makanan bergizi. Istirahat cukup
6. Jaga Sesama : Jangan gunakan barang pribadi bergantian. Segera ke puskesmas jika sakit
"Mari kita gotong royong. Bersihkan lingkungan 1 minggu sekali, sediakan air bersih dan sabun di rumah, serta jaga kesehatan keluarga. Ingat, mencegah itu lebih murah dan lebih selamat daripada mengobati. Jangan tunggu sakit parah baru berobat," tegasnya.
Libatkan Tokoh Masyarakat
Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai juga mengimbau para kepala kampung, ondoafi, pendeta, dan kader kesehatan untuk aktif menyampaikan pesan ini melalui pengeras suara, ibadah, dan pertemuan warga.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut atau mengalami keluhan kesehatan, masyarakat dapat menghubungi puskesmas terdekat atau Hotline Dinkes Kabupaten Paniai.
"Air bersih, sabun, makanan matang, dan gotong royong. Paniai sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati," tutup Beny.
[Redaktur: Hotbert Purba]