Papua.WahanaNews.co, Jayapura - Pj Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun membuka resmi Festival Cenderawasih, pada Jumat 17 Mei 2024.
Festival Cenderawasih merupakan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua dengan Pemprov Papua untuk mengangkat dan mendorong kemajuan UMKM Papua.
Baca Juga:
Bulan Ramadan, Bank Indonesia: Saldo Uang Layak Edar (ULE) di Kas Titipan Kota Sorong Saat Ini Sebesar Rp279 Miliar
Festival digelar selama 3 hari sejak tanggal 17 sampai 19 Mei di Terminal Entrop Jayapura dengan mengusung tema "Melalui Warisan Budaya untuk Papua yang Mendunia".
Ridwan Rumasukun menyambut baik pelaksanaan Festival Cenderawsih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua yang telah menyelenggarakan festival ini.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha UMKM dan Pariwisata serta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pengembangan ekonomi Provinsi Papua yang semakin kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif," kata Rumasukun.
Baca Juga:
Survei BI Februari 2025: Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi Tetap Kuat
Festival Cenderawasih adalah kolaborasi antara Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Daerah, UMKM, Perbankan, Akademisi, Penggiat Pariwisata dan Budaya.
Hal ini sebagai wujud nyata sinergi antara stakeholders dan pelaku usaha yang mendorong perkembangan UMKM dan ekonomi syariah, penguatan digitalisasi, pengembangan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan perluasan awareness Cinta Bangga Paham Rupiah menjadi sebuah kolaborasi yang harmoni untuk perekonomian yang berkelanjutan.
Bersamaan dengan perkembangan ekonomi global yang mulai membaik, begitu juga dengan perkembangan ekonomi Wilayah Papua yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,49% (yoy) pada triwulan I 2024.
Tertinggi diantara Provinsi lainnya secara Nasional serta konsumsi dan daya beli masyarakat juga tetap terjaga rendah dengan tingkat inflasi Provinsi Papua pada April 2024 sebesar 1, 78% (yoy), terendah di antara Provinsi lainnya di Nasional, memberikan optimisme terhadap perekonomian di Papua.
[Redaktur: Hotbert Purba]