PAPUA.WAHANANEWS.CO, Nabire - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Persada Nabire, Alfred Lambey, SKM., M.Kes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas realisasi bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa, khususnya di perguruan tinggi swasta.
Hal tersebut disampaikan Alfred Lambey saat ditemui di Nabire, Jumat (30/01/26), usai proses penyaluran bantuan pendidikan kepada mahasiswa STIKES Persada Nabire.
Baca Juga:
Lanal Nabire Gelar Doa Bersama untuk Korban Longsor Bandung Barat dan Personel Yonif 9 Marinir
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Papua Tengah atas perhatian yang luar biasa kepada kampus-kampus, khususnya perguruan tinggi swasta di Papua Tengah. Terima kasih juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memfasilitasi bantuan ini,” ujar Alfred.
Menurutnya, bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat membantu mahasiswa, terutama mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir.
Alfred menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Tidak seluruh mahasiswa menerima bantuan, melainkan mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Baca Juga:
Ilmu untuk Pembebasan: Literasi, Hukum, dan Martabat Manusia Papua
“Mahasiswa yang dibantu adalah mahasiswa semester 3 ke atas, termasuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir. Dari keseluruhan mahasiswa STIKES Persada Nabire, terdapat 104 mahasiswa yang memenuhi kriteria dan menerima bantuan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Biro Kemahasiswaan STIKES Persada Nabire, Sarifah, menjelaskan secara rinci kriteria penerima bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Kriteria utama penerima bantuan antara lain memiliki IPK minimal 2,5, terdata aktif di PDDikti, mahasiswa semester 3 ke atas, serta diprioritaskan bagi putra-putri daerah. Selain itu, mahasiswa wajib melengkapi dokumen seperti KTP, KK, KRS, Kartu Hasil Studi, dan Surat Keterangan Tidak Mampu,” terangnya.
Sarifah menambahkan, setelah dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa, pihak kampus menerima berkas dari mahasiswa yang lengkap dan mengusulkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah untuk diverifikasi.
“Dari hasil verifikasi, seluruh 104 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima bantuan pendidikan,” katanya.
Terkait mekanisme penyaluran, Sarifah menjelaskan bahwa dana bantuan disalurkan melalui rekening STIKES Persada Nabire, kemudian digunakan untuk melunasi biaya pendidikan mahasiswa penerima bantuan.
“Dana sudah tersalurkan seluruhnya dan digunakan untuk membayar lunas SPP mahasiswa semester berjalan, termasuk biaya PKL dan magang bagi mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa juga menerima bukti pelunasan berupa kuitansi resmi,” jelasnya.
Total bantuan pendidikan yang disalurkan kepada mahasiswa STIKES Persada Nabire mencapai sekitar Rp721 juta, yang diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu, mahasiswa semester lanjutan, serta mahasiswa yang menyelesaikan studi akhir.
Ketua STIKES Persada Nabire berharap bantuan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan semangat belajar.
“Kami berharap mahasiswa dapat mempertahankan bahkan meningkatkan IPK mereka. Bantuan ini harus berdampak pada peningkatan kualitas, keterampilan, dan semangat belajar mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus dan para dosen akan terus memberikan pendampingan dan motivasi agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
“Ke depan, mereka tidak hanya bekerja dengan kertas, tetapi langsung melayani manusia. Karena itu, kualitas akademik dan karakter mahasiswa harus terus ditingkatkan,” pungkas Alfred.
Saat ini, STIKES Persada Nabire menyelenggarakan dua program studi aktif, yakni S1 Gizi dan S1 Administrasi Kesehatan, dengan mayoritas mahasiswa merupakan putra-putri asli Papua yang menunjukkan semangat tinggi dalam menempuh pendidikan.
[Redaktur: Hotbert Purba]