PAPUA.WAHANANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua mempercepat upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas akses listrik ke wilayah terpencil.
Hal itu menjadi fokus pembahasan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama jajaran Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Baca Juga:
1.208 Desa Papua Tengah Sudah Berlistrik, ALPERKLINAS: PLN Buka Jalan Keadilan Energi di Timur Indonesia
Usai berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Fakhiri melanjutkan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) untuk mendorong percepatan eksplorasi potensi migas di Papua.
Dorong Eksplorasi Migas di Perairan hingga Daratan
Fakhiri menyebut Papua memiliki cadangan migas menjanjikan di wilayah perairan dan daratan. Potensi itu dinilai bisa menjadi sumber pendapatan baru untuk mendukung pembangunan daerah jika dikelola optimal.
Baca Juga:
ESDM dan PLN Perkuat Akses Listrik untuk Masyarakat Prasejahtera
"Kementerian ESDM sebelumnya telah melakukan survei seismik di kawasan perairan Papua, mulai dari Supiori hingga Jayapura. Saat ini hasilnya sudah memasuki tahap pelelangan wilayah kerja migas," kata Fakhiri dikutip Rabu (1/7/2026).
Potensi migas juga ditemukan di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi. Eksplorasi di dua wilayah itu pernah dilakukan pada era 1970-an hingga 1980-an, namun terhenti karena kondisi keamanan saat itu.
Pemprov Papua meminta Kementerian ESDM mengirim tim teknis untuk survei lanjutan dan kajian mendalam sebagai dasar pengembangan sektor migas di Papua.
Perkuat Program Papua Terang untuk Daerah 3T
Selain migas, Fakhiri menyoroti pemerataan listrik melalui program Papua Terang. Dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, ia meminta dukungan pemerintah pusat mempercepat elektrifikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Pemerintah kabupaten diminta segera menyampaikan data kebutuhan elektrifikasi agar diakomodasi dalam program nasional 2026 dan 2027.
Untuk daerah yang belum terjangkau jaringan PLN, Pemprov mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai solusi bertahap.
"Harapan kami, seluruh kampung di Papua dapat menikmati listrik sehingga masyarakat benar-benar merasakan Papua yang terang," ujar Fakhiri.
Dua langkah tersebut diharapkan memperkuat kemandirian fiskal daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke kampung-kampung di Papua.
[Redaktur: Hotbert Purba]