Sementara anak stunting tertinggi terdapat di Kampung Wongkei sebesar 30 % dan terendah di Kampung Insumbrei sebesar 7 %.
Pj Gubernur Ridwan menambahkan bakal terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga-lembaga terkait, dan masyarakat setempat untuk memastikan program penanganan stunting berjalan maksimal.
Baca Juga:
PT Sumber Alfaria Trijaya Targetkan Penurunan Stunting di 24 Kabupaten/Kota dengan Program Telur
Ia melihat secara langsung implementasi program penurunan stunting yang telah dijalankan.
“Kami akan mendengarkan pengalaman, tantangan, dan solusi yang telah ditemukan oleh para pemangku kepentingan di lapangan. Kami juga akan berbicara langsung dengan masyarakat setempat untuk memahami perspektif mereka,” ujar Pj Gubernur.
Sementara, dalam kunjungan di Kabupaten Supiori, Pj Gubernur Rumasukun dan jajaran menyerahkan paket bantuan penanganan stunting, antara lain; Kelambu 7.300 pcs, Obat cacing Albendazole 128.000 tablet dan pirantel pamoat 4.000 tablet.
Baca Juga:
Penjabat Bupati Gorontalo Utara Apresiasi Kinerja Kepala Desa dalam Membangun Desa
Kemudian obat tambah darah 818.000 tablet, vitamin A 13.350 tablet, obat malaria DHP 5.616 Buah dan RDT 7925 buah serta mineral mix 160 buah dari Dinas Kesehatan Papua.
Bantuan beras 2650 kg dan pekerjaan bangunan pengolahan sagu 1 unit serta makanan olahan ikan untuk penanganan stunting dari Dinas Pertanian maupun Dinas Perikanan Papua.
Bibit tanaman produktif di Kampung Yan Doker dan Speedboat 1 unit untuk perlindungan Mangrove di Kampung Sowek dari Dinas Kehutanan Papua.