PAPUA.WAHANANEWS.CO, Lanny Jaya – Warga di wilayah Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya mengeluhkan kekeringan yang kembali melanda daerah tersebut. Bencana ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah menjadi langganan hampir setiap tahun.
Dampak kekeringan mengakibatkan kerugian pada sektor perkebunan dan peternakan yang menjadi sumber penghasilan utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Daerah yang Akan Alami Puncak Kekeringan
Bencana kekeringan terakhir dilaporkan terjadi pada 2022. Saat ini warga kembali melaporkan kekeringan yang melanda wilayah Kuyawage, Lanny Jaya.
Salah satu pemuda Kuyawage, Demis Wene Tabuni, berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta Pemkab Lanny Jaya, Nduga, dan Puncak segera memberikan perhatian.
Ia meminta pendataan dan penanganan dilakukan sedini mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga:
Potensi Kekeringan Akibat El Nino Menguat, DPR Minta Pemerintah Percepat Infrastruktur Air
“Pemerintah dapat kontrol masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau korban jiwa,” kata Demis Tabuni.
Demis menegaskan informasi yang disampaikan merupakan laporan awal. Pihaknya akan memberikan update perkembangan situasi di lapangan selanjutnya.
“Ini merupakan informasi awal untuk disampaikan sebagai laporan dan selanjutnya akan kami update,” ujarnya.