PAPUA.WAHANANEWS.CO, Paniai - Pemerintah Kabupaten Paniai menggelar "Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria Bersumber dari Anggaran Desa" di Paniai, Papua Tengah, Senin (14/7/2026).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh pimpinan daerah ini dihadiri Wakil Bupati Paniai Ham Yogi, S.E., Asisten II dan Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah Fransiska NR., S.Kep., Ns., Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Farialice Y. Tatogo, S.KM., pimpinan OPD terkait, para Kepala Puskesmas, Kepala Kampung, serta kader dan tokoh masyarakat.
Baca Juga:
Angka Pasien Idap Batuk dan Influenza Meningkat 20 Persen Sejak Bulan Juni
Wakil Bupati Ham Yogi, S.E. dalam sambutannya menegaskan bahwa AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria atau "ATM" masih menjadi tantangan utama kesehatan di Kabupaten Paniai.
"Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada produktivitas dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat," ujar Wabup dikutip Sabtu.
Ia menekankan penanganan ATM tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.
Baca Juga:
Deiyai Fokus Tangani TB, Dinkes Gelar Pelatihan untuk Petugas Puskesmas
"Karena masalah kesehatan di Paniai, Dinas Kesehatan saja tidak mampu selesaikan. Penanganan AIDS, TBC, dan Malaria membutuhkan kerja keras, keterpaduan, dan kolaborasi dari semua pihak," tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia Provinsi Papua Tengah, Fransiska NR, S.Kep., Ns.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama hingga ke tingkat kampung.
"Kita harus bergerak bersama. Mulai dari deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, sampai memastikan pengobatan pasien berjalan tuntas," katanya.
Ia menyebut sinergi perlu dibangun mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta melalui program CSR, organisasi masyarakat, akademisi, hingga kader kesehatan di tingkat kampung.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Paniai menetapkan 3 target utama:
1. Meningkatkan koordinasi dan integrasi lintas sektor dalam penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria.
2. Memperkuat sistem pelaporan dan evaluasi data, serta pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien.
3. Merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif dan berdampak langsung di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Farialice Y. Tatogo, S.KM., mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Paniai dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinkes Provinsi Papua Tengah yang telah menyatukan semua lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk bersama-sama menurunkan penularan penyakit ATM di Kabupaten Paniai," ujarnya.
Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi dengan TP PKK dalam pelayanan imunisasi Zero Dose tahun 2025.
"Berkat kerja sama ini, kami akhirnya mendapat piagam penghargaan dari Menteri Kesehatan dan PKK Pusat. Ini adalah salah satu contoh terobosan baru yang PKK bantu pada Dinas Kesehatan," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Kadinkes mengajak lembaga lain untuk ikut terlibat. "Kami menunggu dinas atau lembaga mana lagi yang akan membantu kami Dinkes Paniai untuk menurunkan angka penyakit ATM," harapnya.
"Jadikan forum ini sebagai wadah diskusi yang solutif untuk mengatasi hambatan di lapangan. Mari kita wujudkan masyarakat Kabupaten Paniai yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman penyakit menular," demikian Farialice Y. Tatogo.
[Redaktur: Hotbert Purba]