Kapolda Papua mengatakan dalam kesempatan yang baik ini, kami mengharapkan arahan dan bimbingan kepada Prof. Dr. Hermawan Sulistyo, M.A, Phd, APU., sebagai penasehat ahli Kapolri dan memiliki banyak pengalaman dalam melihat fenomena yang terjadi di Papua, khususnya kepada para agent of change Binmas Noken dalam mengimplementasikan program ini.
“Kepada seluruh audience dalam kegiatan ini, kiranya dapat manfaatkan momen tersebut untuk kita bertukar pikiran, sharing pengalaman dan meminta masukan agar program soft approach policing sehingga memiliki persamaan persepsi dalam pelaksanaanya,” tutup Kapolda Papua.
Baca Juga:
Maksimalkan Penjagaan, Polisi Jamin Keamanan Wisatawan di Kepulauan Seribu
Dikesempatan yang sama Prof Dr. Hermawan Sulistyo dalam kesempatanya mengatakan institusi yang banyak memiliki gelar doktor adalah Polisi dengan jumlah sekitar 150 orang. Dimana salah satunya ada di Polda Papua yakni Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.
Prof Dr. Hermawan Sulistyo menambahkan bahwa menjadi Polisi bukan hanya sebuah profesi, namun juga harus bisa dijadikan sebagai jalan untuk mengabdi pada negara.
“Jangan pernah mengeluh, kita menjadi Polisi untuk bekerja dalam perspektif Binmas Noken seperti berkebun, bertani, beternak dan sebagainya karena tanpa kita sadari hal tersebut sudah membantu dalam menyejahterakan masyarakat Papua. Jadi apabila kesejahteraan meningkat, maka potensi konflik akan menurun,” lanjut Prof Dr. Hermawan Sulistyo.
Baca Juga:
Pria di Thailand Tega Tembak Buah Zakar Teman Gara-gara Ditagih Utang Rp73 Ribu
Prof Dr. Hermawan Sulistyo, M.A., P.hD., A.P.U. mengakui bahwa Binmas Noken sudah berhasil namun masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu mari kita bersama-sama terus meningkatkan kegiatan-kegiatan Binmas Noken untuk kedepannya menjadi lebih baik demi kesejahteraan masyarakat Papua.
Usai mendengarkan arahan dari Prof Dr. Hermawan Sulistyo kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara PJU Polda Papua dan Kapolres/Ta jajaran Polda Papua. [hot]