Papua.WahanaNews.co, Jayapura - Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Theo Hessegem meminta agar 1 Mei yang kerap diperingati dan diklaim sebagai hari Aneksasi, tidak dilaksanakan berlebihan.
Apalagi kata Theo, bisa mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga:
Kadinsos Deiyai Apresiasi Pelantikan Kepala Suku Tingkat Distrik Periode 2026–2031
Demikian disampaikan Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Theo Hessegem dalam keterangan di Jayapura, dikutip Senin (29/4/2024).
"Saya tidak melarang untuk melakukan aksi, semua punya hak untuk berpendapat di muka umum sesuai amanat undang-undang," ujarnya.
Dia berharap apabila aksi memperingati Aneksasi dilakukan, maka harus berjalan tertib.
Baca Juga:
KPK Usulkan Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD demi Cegah Penyimpangan
"Saya tekankan harus menjaga keamanan untuk kepentingan banyak orang. Jangan karena aksi, keamanan hingga aktivitas orang terganggu," tegasnya.
Theo menekankan prinsip dasar orang Papua harus dipegang teguh yakni kasih, cinta dan damai.
"Dasar orang Papua adalah cinta, kasih dan damai, maka jangan merusak itu dengan ulah para oknum demi kepentingan sekelompok orang," tegasnya.
Disamping itu, Theo meminta supaya masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan kelompok tertentu untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Semua punya kepentingan, jangan sampai saudara-saudara dijadikan korban," pungkasnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]