Tidak hanya itu, purna praja IPDN juga harus mampu menjadi pelopor dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, alumni IPDN dididik khusus untuk memahami kondisi di lapangan, utamanya di bidang pemerintahan.
Dirinya berharap para purna praja dapat melayani masyarakat dan menjalankan tugas birokrasi dengan baik.
Baca Juga:
Gubernur Jabar Panggil Walkot Depok usai Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
"Kalau memilih (menjadi) pamong praja, maka harus menjadi pamong, maka harus melayani, kalau tidak mau melayani ya jangan jadi pamong, harus tekuni pamong praja ini, jadi kesimpulan kita, tidak boleh sombong, harus loyal, tidak berwatak pedagang, jangan sekali-kali kamu mendagangkan jabatanmu itu," terangnya.
Selain itu, Suhajar menambahkan, purna praja IPDN juga dituntut untuk tanggap dalam menghadirkan pelayanan publik yang makin terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Di era masyarakat yang makin paham digital, muncul tuntutan lebih besar terhadap kecepatan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi tantangan bagi ASN dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi digital sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:
Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina Sampaikan Kabar Gembira untuk ASN Jelang Lebaran
"Hari ini semua orang ingin dilayani secara digital, terus bagaimana kalau Anda tidak membangun pelayanan digital, kalau Anda tidak mengakomodir pemerintahan digital, lalu mau jadi apa, tidak bisa, harus kalian taklukan digitalisasi itu," tegasnya.
Suhajar menilai, saat ini pelayanan publik dihadapkan pada perubahan di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pemerintah dituntut siap menghadapi tantangan global yang dipicu oleh perubahan dan kemajuan terutama di bidang teknologi.
"Itulah dunia modern sekarang, itulah tantangan hari ini, kalau anda bisa memecahkan itu dan membantu daerah Anda, maka kamu akan bisa terus berperan sebagai pamong. Itulah pesan saya bahwa tantangan masa depan dan masa hari ini dan ke depan birokrasi adalah merubah atau mentransformasi pemerintahan menjadi organisasi pelayanan publik yang efektif," demikian Suhajar Diantoro. [Sandy]