PAPUA.WAHANANEWS.CO, Nabire - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire menggelar doa bersama sebagai wujud belasungkawa, empati, dan solidaritas atas musibah bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Doa bersama juga ditujukan bagi personel Yonif 9 Marinir yang terdampak musibah tersebut.
Kegiatan doa bersama dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M.Tr.Opsla., dan diikuti oleh seluruh personel Lanal Nabire.
Baca Juga:
Hari Ketiga Operasi SAR Longsor Pasirlangu, Lima Excavator dan Anjing K9 Dikerahkan
Kegiatan berlangsung di Mako Lanal Nabire, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Senin (26/1/2026), dalam suasana khidmat dan penuh keprihatinan.
Bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat telah menimbulkan korban jiwa serta dampak kemanusiaan yang mendalam. Peristiwa tersebut menjadi duka bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk keluarga besar TNI.
Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan empati prajurit TNI Angkatan Laut terhadap para korban bencana serta personel Yonif 9 Marinir yang terdampak.
Baca Juga:
Tim DVI Identifikasi 11 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
“Doa bersama ini adalah wujud solidaritas kami sebagai sesama anak bangsa. Kami mendoakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Selain itu, melalui doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan seluruh personel Yonif 9 Marinir yang terdampak senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan jiwa korsa di lingkungan Lanal Nabire, sekaligus menegaskan bahwa prajurit TNI Angkatan Laut tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan yang tinggi terhadap setiap musibah yang menimpa masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]