PAPUA.WAHANANEWS.CO, Jayawijaya – Gereja Baptis Bahtera Wesaroma merayakan ulang tahun ke-9 pada Rabu, 9 Juli 2026 dengan menggelar tradisi Bakar Batu di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Perayaan ini menjadi wujud syukur sekaligus penguatan nilai kebersamaan jemaat.
Baca Juga:
Festival Lembah Baliem, Pelestarian Budaya dan Peningkatan PAD
Gereja tersebut pertama kali didirikan pada 9 Juli 2017. Sembilan tahun perjalanan pelayanan dirayakan dengan khidmat dan penuh makna melalui kearifan lokal masyarakat Papua.
Dalam budaya Papua, Bakar Batu bukan hanya cara memasak. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Seluruh jemaat bergotong royong menyiapkan batu, kayu, umbi-umbian, dan daging untuk diproses bersama.
Selain itu, Bakar Batu juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama 9 tahun berdirinya gereja. Tradisi ini sekaligus mencerminkan hospitalitas, yakni bentuk penghormatan dan kasih terhadap tamu serta sesama jemaat.
Baca Juga:
Rekonsiliasi Daerah 31 Juli 2025 di Kabupaten Jayawijaya, Warga Diminta Hentikan Semua Aktivitas
“Dalam budaya Papua, tradisi Bakar Batu bukan sekadar cara memasak, tetapi merupakan simbol kuat dari kebersamaan dan persaudaraan,” ungkap salah satu pengurus gereja.
Perayaan HUT ke-9 ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai iman Kristen berpadu dengan kearifan lokal masyarakat Papua. Suasana persekutuan yang hangat dan hidangan yang disiapkan bersama menjadi wujud nyata kasih dan persatuan jemaat.
Diharapkan perayaan ini dapat semakin mempererat tali persaudaraan antar jemaat, serta menjadi momentum untuk terus melayani dengan semangat kebersamaan dan syukur kepada Tuhan.
Dengan semangat gotong royong, sukacita, dan kebersamaan, perayaan ulang tahun Gereja Baptis Bahtera Wesaroma diharapkan menjadi berkat tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
[Redaktur: Hotbert Purba]