Reformasi Polri kemudian dibagi menjadi Reformasi struktural yang menempatkan Polri langsung di bawah Presiden.
Reformasi instrumental yang mengubah aturan-aturan Polri tidak lagi merujuk pada ABRI, dan reformasi kultural Polri yang mengharuskan perubahan pola pikir dan budaya seluruh pimpinan dan anggota Polri.
Baca Juga:
Tahun 2026 Kompolnas Bakal Terima Keluhan Masyarakat Secara Digital
Poengky mengatakan reformasi kultural Polri dianggap paling sulit, karena tidak bisa mengubah watak dan budaya dalam sekejap.
Sementara itu, masyarakat berharap watak Polri yang dahulunya militeristik berubah jadi humanis dan menghormati HAM, serta gaya hidup mewah dan tampilan yang arogan menjadi sederhana.
Kemudian, masyarakat juga mendesak dihapuskan budaya kolusi, korupsi, dan nepotisme warisan orde baru menjadi budaya yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga:
Kompolnas Ingatkan Tim Reformasi Polri Wajib Libatkan Publik dan Jaga Akuntabilitas
"Perubahan-perubahan yang diharapkan masyarakat harus diawasi terus menerus agar reformasi kultural berjalan on the right track," ujar Poengky.
Andi Rian Djajadi tengah menjadi sorotan netizen atau warganet di dunia maya.
Warganet menyoroti pakaian Brigjen Andi yang harganya sampai jutaan rupiah.