PAPUA.WAHANANEWS.CO, Sorong – Gereja Katolik menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Kapten Nicholas F. Goselin alias Mark, pilot maskapai AMA (Associated Mission Aviation), setelah pesawat yang diawaki dibakar massa di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis, 2 Juli 2026 pukul 09.15 WIT.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Jasa Bandara Nop Goliat Dekai, Dedy Irawan. Pesawat Maskapai AMA (Associated Mission Aviation) dengan nomor registrasi PK-RCY terbakar sesaat setelah mendarat pada rute Wamena–Balinggama–Wamena. Koordinat lokasi kejadian tercatat 54M 313531 9515999.
Baca Juga:
Disergap dari Dua Arah, Satgas Cartenz Terlibat Baku Tembak 30 Menit di Yahukimo
Pastor RD. Izaak Bame dari Keuskupan Manokwari–Sorong menyatakan prihatin atas peristiwa yang menimpa pilot yang selama puluhan tahun melayani masyarakat di pelosok Papua.
Ia mengimbau pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), khususnya di wilayah Yahukimo, menghentikan tindakan kekerasan terhadap tenaga kemanusiaan.
"Dengan membunuh pilot yang merupakan pelayan kemanusiaan bagi masyarakat di pelosok Papua, berarti menutup ruang simpati pihak luar, terutama dunia internasional, karena tindakan tersebut merupakan tindak pidana kemanusiaan," ujar Pastor Izaak dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.
Baca Juga:
Teror Senjata di Yahukimo, Sopir Tangki Air Bersih Alami Luka Tembak
Pastor Izaak menilai kejadian ini dapat memicu operasi keamanan TNI-Polri di wilayah Yahukimo. Ia mengingatkan potensi korban di kalangan masyarakat sipil jika operasi tersebut dilaksanakan dan pelaku utama belum teridentifikasi.
Ia juga meminta pimpinan TPN-OPM di Yahukimo bertanggung jawab atas dampak yang mungkin timbul bagi masyarakat sipil.
Dalam pernyataannya, Pastor Izaak turut menyampaikan belasungkawa kepada pihak Maskapai AMA (Associated Mission Aviation) dan keluarga almarhum. "Tuhan Yesus Sang Juru Selamat membuka pintu surga bagi arwah pilot dan memberi penghiburan bagi keluarga serta Maskapai AMA (Associated Mission Aviation) di Papua," katanya.
Ia juga merekomendasikan kepada pihak Maskapai AMA (Associated Mission Aviation) untuk meninjau kembali izin penerbangan ke wilayah konflik demi keselamatan awak dan masyarakat. Kepada aparat TNI-Polri, ia meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional untuk memulihkan keamanan di Yahukimo.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan atas insiden pembakaran pesawat dan kematian pilot pesawat AMA di Bandara Ipdeheik.
[Redaktur: Alpredo Gultom]