Menurutnya, Rakyat Papua Asli senantiasa melakukan upaya "memberontak" untuk mempertanyakan eksistensi jati diri dan hak dasarnya, justru dihadapi negara dengan tuduhan Makar dan Separatisme.
Dalam suasana menjelang umat Kristiani di seluruh dunia dan di Tanah Papua sedang mempersiapkan diri memasuki Minggu masa Raya Adventus, sebaiknya langkah damai dikedepankan oleh negara dalam menata kembali tata kelola pemerintahan dan tata kelola kegiatan usaha produktif yang menyasar potensi sumber daya alam di Tanah Papua.
Baca Juga:
Polri Turunkan 278 Personel Amankan HUT Pekabaran Injil
"Penataan regulasi menjadi urgen dan mendesak saat ini. Pemberian kesempatan kerja yang luas bagi Orang Papua Asli menjadi penting." tegasnya.
Ia bilang, bukan dengan terus menerus dari tahun ke tahun menjelang 1 Desember di kembangkan langkah yang berbau provokatif dan menyebar rasa takut hingga mengganggu suasana Sukacita Perayaan Adventus hingga Natal dan Tahun Baru bagi Orang Papua Asli di atas Tanah airnya sendiri.
[Redaktur: Sandy]