PAPUA.WAHANANEWS.CO, Jayapura - Pembangunan Papua tidak hanya ditopang infrastruktur yang memadai, tapi juga ada doa dan dialog. Itu benang merah dari pertemuan Pemerintah Provinsi Papua dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Persekutuan Gereja-gereja Papua (PGGP) di Jayapura, yang sepakat mengawal visi “Papua Cerah” lewat kerukunan.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyebut dukungan tokoh agama menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan para pemuka agama memberi keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis.
Baca Juga:
Gubernur Papua: Masa Depan Papua Ditentukan Kualitas Pendidikan Hari Ini
“Tokoh agama menyatakan kesiapan untuk berjalan bersama pemerintah dalam mendukung pembangunan,” kata Matius dalam pertemuan tokoh agama di Jayapura dikutip Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan yang dikehendaki Papua tidak berhenti pada infrastruktur fisik. Lebih dari itu, pembangunan harus menyentuh nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Papua.
“Dengan keterlibatan semua pihak, pembangunan bisa berjalan lebih merata dan diterima masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemprov Papua Lakukan Penataan Manajemen ASN Sesuai Kompetensi dan Profesionalisme untuk Pengelolaan Birokrasi
Gubernur menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan komunitas keagamaan, akan membuat program pemerintah lebih membumi. Dukungan moral dan sosial dari tokoh agama dinilai mampu mempercepat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan.
Ketua FKUB Papua Lipiyus Biniluk menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan FKUB siap berperan sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama dan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.
“Kami siap menjadi jembatan komunikasi dan mendukung upaya menjaga kerukunan di Papua,” ujarnya.
Lipiyus menambahkan, kerukunan yang terjaga menjadi modal utama agar pembangunan dapat berjalan lancar tanpa gesekan. FKUB, kata dia, akan terus menguatkan dialog dan kerja sama antarumat untuk memastikan Papua tetap damai di tengah proses pembangunan.
Pertemuan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah dan tokoh agama untuk menjadikan “Papua Cerah” bukan hanya slogan pembangunan ekonomi, tetapi juga cerminan kehidupan sosial yang rukun, sejuk, dan inklusif.
[Redaktur: Hotbert Purba]