PAPUA.WAHANANEWS.CO, Jayapura - Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua terus mendorong peserta didik mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi. Salah satu wujudnya adalah hadirnya sistem Presensi Digital Tim Ngoding S-One Smart TNS yang dirancang langsung oleh siswa.
Aplikasi tersebut dikembangkan siswa Program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim PPLG kelas XII berdasarkan kebutuhan sekolah terhadap pencatatan kehadiran yang lebih efektif dan akurat.
Baca Juga:
Pemprov Papua Tegaskan Flyer Libur Nonton Final Piala Dunia 2026 Adalah Hoaks
Kepala SNK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, mengatakan aplikasi ini merupakan hasil karya siswa yang menerapkan ilmu selama proses pembelajaran.
"Aplikasi ini dibuat, dirancang, dan didesain sendiri oleh anak-anak kami. Ini merupakan salah satu bentuk inovasi siswa dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama proses pembelajaran," kata Ana, Jumat (6/8/2026).
Otomatis Catat Hadir, Pulang, dan Telat
Sistem ini secara otomatis mencatat waktu kedatangan dan kepulangan siswa. Batas waktu kedatangan ditetapkan hingga pukul 07.15 WIT. Jika siswa datang setelah waktu tersebut, sistem otomatis mencatatnya sebagai keterlambatan.
Baca Juga:
Pemprov Papua Gelar Pengobatan Massal dan Donor Darah, Buka Akses Layanan Kesehatan
Informasi kehadiran maupun keterlambatan kemudian dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada orang tua. Dengan begitu, orang tua dapat mengetahui secara langsung kapan anak tiba di sekolah dan meninggalkan lingkungan sekolah.
"Orang tua akan menerima notifikasi bahwa anaknya sudah tiba di sekolah pada pukul berapa. Begitu pula saat pulang, sistem akan mencatat waktu siswa keluar dari gerbang sekolah dan mengirimkan informasi tersebut kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat melakukan pengawasan secara langsung," jelas Ana.
Siap Dikembangkan untuk Sekolah Lain
Menurut Ana, inovasi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik, khususnya dalam pengembangan perangkat lunak dan sistem teknologi informasi.
Ia menyebut siswa juga siap mengembangkan aplikasi tersebut sesuai kebutuhan pengguna apabila ada pihak lain yang berminat.
"Saya kira sangat memungkinkan digunakan di sekolah lain, bahkan di perkantoran," demikian Ana Rebeka Rumbiak.
[Redaktur: Hotbert Purba]