PAPUA.WAHANANEWS.CO, Semarang – Program Beasiswa Unggulan "Puncak Cerdas" yang dicanangkan Bupati Puncak Elvis Tabuni, S.E., M.M dan Wakil Bupati Nafiali Akawal, S.E., M.M memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Pada 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Puncak memberangkatkan 316 peserta ke Semarang untuk mengikuti pembinaan intensif oleh Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih (BINTERBUSIH).
Baca Juga:
Unjuk Rasa Mahasiswa di Manokwari, Polda Papua Barat Berikan Pengamanan Humanis
Selain program di dalam negeri, Beasiswa Puncak Cerdas juga membuka peluang bagi putra-putri terbaik Puncak untuk melanjutkan studi S-2 di luar negeri. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Puncak menggandeng Universitas Internasional Papua (UIP) sebagai mitra pengirim calon mahasiswa S-2 ke luar negeri.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan pendidikan menjadi prioritas pemerintah meski daerah menghadapi berbagai tantangan.
"Daerah boleh bermasalah, daerah boleh konflik, tetapi dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) kami tidak mau ketinggalan," tegas Nenu Tabuni.
Baca Juga:
Tragedi Sadis di Puncak Papua: KKB Ngamuk Gegara Perselingkuhan, 3 Nyawa Melayang
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda Puncak yang unggul, berdaya saing, dan mampu membangun daerah ke depan.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Puncak. Ketua KNPI Puncak Papua, Muel Kogoya, menilai program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab tantangan keterbatasan akses pendidikan di daerah pegunungan.
"Kami pemuda Puncak mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati atas komitmennya. Beasiswa ini memberikan harapan baru bagi kami untuk melanjutkan pendidikan dan kembali membangun daerah," ujar Muel Kogoya.