Mgr. Yanuarius membantah informasi di media sosial yang menyebut pesawat AMA digunakan mengangkut personel TNI, Polri, TPNPB, maupun amunisi.
Menurutnya, seluruh penerbangan AMA hanya untuk kepentingan kemanusiaan tanpa agenda politik maupun militer.
Baca Juga:
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot AMA Korban Penembakan KKB ke Timika
Operasional AMA mendapat dukungan pemerintah melalui program subsidi penerbangan perintis untuk mengangkut logistik, bahan bangunan, kebutuhan pokok, dan penumpang.
Penerbangan ke Balinggalinggama dilakukan rutin sekitar satu kali sepekan. Hingga insiden terjadi, AMA mengaku tidak pernah menerima ancaman terkait operasional di wilayah itu.
Pesawat yang digunakan merupakan hasil penggalangan dana umat dan lembaga gereja. Karena itu, pembakaran pesawat tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memukul pelayanan misi yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:
Kodam XVII/Cenderawasih Benarkan Pesawat Perintis PT AMA Dibakar di Yahukimo, Pilot WNA Tewas
Risiko Hentikan Operasional Jika Kekerasan Berulang
Direktur PT AMA, Bob Kayadu, menyampaikan duka mendalam keluarga besar AMA. Ia menilai pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot sebagai tindakan tidak manusiawi.
Bob mendukung seruan penghentian kekerasan di Papua demi keselamatan masyarakat dan kelangsungan penerbangan misi.