Mgr. Yanuarius membantah informasi di media sosial yang menyebut pesawat AMA digunakan mengangkut personel TNI, Polri, TPNPB, maupun amunisi.
Menurutnya, seluruh penerbangan AMA hanya untuk kepentingan kemanusiaan tanpa agenda politik maupun militer.
Baca Juga:
YKKMP Desak TPNPB Evaluasi Penggunaan Kekuatan Usai 2 Warga Tewas di Yahukimo
Operasional AMA mendapat dukungan pemerintah melalui program subsidi penerbangan perintis untuk mengangkut logistik, bahan bangunan, kebutuhan pokok, dan penumpang.
Penerbangan ke Balinggalinggama dilakukan rutin sekitar satu kali sepekan. Hingga insiden terjadi, AMA mengaku tidak pernah menerima ancaman terkait operasional di wilayah itu.
Pesawat yang digunakan merupakan hasil penggalangan dana umat dan lembaga gereja. Karena itu, pembakaran pesawat tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memukul pelayanan misi yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:
Hasil Autopsi: Pilot AMA Ditembak Dari Jarak Sangat Dekat, Peluru Masuk Kiri Keluar di Telinga Kanan
Risiko Hentikan Operasional Jika Kekerasan Berulang
Direktur PT AMA, Bob Kayadu, menyampaikan duka mendalam keluarga besar AMA. Ia menilai pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot sebagai tindakan tidak manusiawi.
Bob mendukung seruan penghentian kekerasan di Papua demi keselamatan masyarakat dan kelangsungan penerbangan misi.