Angginak menekankan tanah sebagai ibu yang membesarkan manusia sehingga manusia wajib menjaga, merawat, memelihara, dan mengelola hasilnya. Hasil tanah mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga, mendukung pelayanan gereja, dan membiayai sekolah anak demi masa depan gereja dan bangsa di tanah Papua.
“Orang asli Papua bisa hidup tanpa uang tetapi tidak bisa hidup tanpa tanah. Oleh karena itu membudayakan merawat tanah dan hutan dengan sehat demi masa depan anak dan cucu,” tegasnya.
Baca Juga:
LP3BH Manokwari Minta Arahan Sejuk dan Damai Presiden Prabowo kepada TNI-Polri, Menyikapi 1 Desember di Tanah Papua
Ia mengingatkan, menjual tanah dan hutan kepada pihak lain berarti menciptakan kemiskinan panjang bagi keluarga. Anak cucu akan bergantung pada orang lain karena kehilangan tanah dan hutan. “Manusia boleh beranak cucu tetapi tanah dan hutan tidak bisa beranak cucu. Jadi jangan santai-santai, biasa-biasa, tetapi bangkit bersatu, sepikir selamatkan sesama manusia dan selamatkan tanah dan hutan Papua.”
Semua profesi dibesarkan dari tanah
Angginak menyebut pentingnya tanah karena semua infrastruktur dibangun di atas tanah: rumah, hotel, kantor, bandara tempat pesawat parkir, jalan untuk mobil dan motor. Manusia tidur, berjalan, dan dibesarkan oleh tanah lewat kekayaan yang Tuhan siapkan.
Baca Juga:
Dukung Visi Prabowo, PLN dan Pemerintah Bangun PLTM di Tanah Papua
“Hari ini setiap orang menjadi kepala kampung, lurah, camat, bupati, gubernur, presiden, MRP, DPRD, DPRP, DPR-RI, akademisi, musisi, pengusaha, petani, pimpinan gereja, TNI/Polri, ASN, dokter, perawat, LSM, politisi, dan lainnya, semua dibesarkan melalui hasil olahan tanah,” tulisnya. Karena itu, semua komponen yang bekerja di atas tanah ini wajib merawat tanah sebagai mama yang melahirkan dan membesarkan manusia.
Ajak baca buku tentang tanah Papua
Bagi yang ingin mengetahui pentingnya tanah untuk masa depan generasi emas Papua, Angginak merekomendasikan buku karangannya berjudul "Tanah Kami Masa Depan Kami". Buku tersedia di Toko Buku Allah Ninom Wamena, Cafe Kopi Lani Mendek Wamena, dan Kedai Kopi Tiom Lanny Jaya.