Reza mengatakan bahwa pada 21 November 2021 korban akan dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dia menjelaskan bahwa Satuan BKO yang menjadi korban dalam insiden penembakan itu bertugas untuk mengkoordinasikan sarana dan prasarana Kodim dan Koramil di wilayah tersebut dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Baca Juga:
Israel Selidiki Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, Salahkan Hizbullah
Satuan itu diklaim TNI juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Papua.
"Penembakan yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa kelompok ini tidak menginginkan adanya peningkatan perekonomian bagi masyarakat Papua dengan aksi-aksi penyerangan dan teror yang kerap kali dilakukan bukan hanya kepada aparat TNI Polri namun juga masyarakat lainnya," kata Reza.
Konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dengan kelompok bersenjata di Papua terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:
Komnas HAM Kejar Pemeriksaan 4 Anggota TNI di Kasus Air Keras Andrie Yunus
Dalam pernyataanya saat fit and proper test Panglima TNI di DPR, Jenderal Andika Perkasa mengatakan akan mengubah pola perang di wilayah paling timur tersebut. [hot]