PAPUA.WAHANANEWS.CO - Perempuan Lani identik dengan keberhasilan seorang laki-laki, artinya, peran penting perempuan Lani ialah selalu menangkat martabat seorang laki-laki dan dinobatkan menjadi seorang pemimpin hebat yang dihormati oleh orang Lani dengan gelar "Ap Nagawan" atau "Ap Ndumma" yaitu laki-laki pengayom masyarakat, pelindung rakyat, pembawa damai, penutur kebenaran, keadilan, kasih dan kedamaian.
Perempuan Lani identik dengan pembawa damai. Perempuan Lani sering tampil di depan medan perang dan menyatakan perang harus dihentikan, maka perang pun berhenti.
Baca Juga:
Diduga Penyelewengan Dana Sosial di Distrik Yiluk Lanny Jaya, Picu Kericuhan Warga
Perempuan Lani ditempatkan dalam ruang kehidupan lebih sentral sebagai sumber kekayaan dan kehidupan. Karena itu, orang Lani selalu menghormati Perempuan Lani sebagai roh dari keluarga dan masyarakat suku Lani.
Perempuan Lani adalah jantung, urat dan darah orang Lani. Dalam suku Lani menempatkan perempuan ditempat terhormat. Perempuan Lani sangat dihormati oleh orang Lani karena dalam tangan perempuan ada kekayaan dan kehormatan suku Lani dan lebih khusus dalam keluarga.
Jangan heran, kalau dalam suku Lani sering terjadi perang besar karena masalah perempuan. Memang, pada umumnya terjadi perang karena tiga masalah besar, yaitu: TANAH, Perempuan dan babi.
Baca Juga:
Persilanny Raih Peringkat Ke-4 Liga 4 PSSI Papua Pegunungan, Askab Apresiasi Pemkab dan Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya
Laki-laki suku Lani sangat menghormati perempuan sejak turun-temurun karena perempuan Lani sebagai pembawa kesuburan. Jadi, laki-laki suku Lani jarang merendahkan dan meremehkan martabat perempuan Lani. Intinya, perempuan Lani itu sumber air, sehingga sumber air itu harus dijaga, dilindungi, dan dipelihara kejernian sumber air itu dengan penuh rasa tanggungjawab.
Dalam suku laki, soal "mas kawin" perempuan itu sesungguhnya bukan bayar atau beli perempuan. Ini pemahaman yang sangat keliru dan salah dikembangkan oleh orang-orang dari luar yang tidak tahu dan mengerti makna "mas kawin."
Orang Lani tidak pernah "bayar atau beli" perempuan. Beberapa ekor babi yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan itu dengan beberapa tujuan: