Sarifah menambahkan, setelah dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa, pihak kampus menerima berkas dari mahasiswa yang lengkap dan mengusulkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah untuk diverifikasi.
“Dari hasil verifikasi, seluruh 104 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima bantuan pendidikan,” katanya.
Baca Juga:
Lanal Nabire Gelar Doa Bersama untuk Korban Longsor Bandung Barat dan Personel Yonif 9 Marinir
Terkait mekanisme penyaluran, Sarifah menjelaskan bahwa dana bantuan disalurkan melalui rekening STIKES Persada Nabire, kemudian digunakan untuk melunasi biaya pendidikan mahasiswa penerima bantuan.
“Dana sudah tersalurkan seluruhnya dan digunakan untuk membayar lunas SPP mahasiswa semester berjalan, termasuk biaya PKL dan magang bagi mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa juga menerima bukti pelunasan berupa kuitansi resmi,” jelasnya.
Total bantuan pendidikan yang disalurkan kepada mahasiswa STIKES Persada Nabire mencapai sekitar Rp721 juta, yang diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu, mahasiswa semester lanjutan, serta mahasiswa yang menyelesaikan studi akhir.
Baca Juga:
Ilmu untuk Pembebasan: Literasi, Hukum, dan Martabat Manusia Papua
Ketua STIKES Persada Nabire berharap bantuan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan semangat belajar.
“Kami berharap mahasiswa dapat mempertahankan bahkan meningkatkan IPK mereka. Bantuan ini harus berdampak pada peningkatan kualitas, keterampilan, dan semangat belajar mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus dan para dosen akan terus memberikan pendampingan dan motivasi agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
“Ke depan, mereka tidak hanya bekerja dengan kertas, tetapi langsung melayani manusia. Karena itu, kualitas akademik dan karakter mahasiswa harus terus ditingkatkan,” pungkas Alfred.
Saat ini, STIKES Persada Nabire menyelenggarakan dua program studi aktif, yakni S1 Gizi dan S1 Administrasi Kesehatan, dengan mayoritas mahasiswa merupakan putra-putri asli Papua yang menunjukkan semangat tinggi dalam menempuh pendidikan.
[Redaktur: Hotbert Purba]