PAPUA.WAHANANEWS.CO, Deiyai – Penjabat Kepala Kampung Okomotadi, Timotius Pekei, S.Pi., M.Pi. menegaskan Dana Kampung merupakan dana yang diberikan negara kepada rakyat dengan tujuan utama memajukan kesejahteraan masyarakat. Prinsipnya, pembangunan harus dimulai dari kampung menuju ke kota.
Hal itu disampaikannya kepada media di Kampung Okomotadi, dikutip Kamis (23/7/2026).
Baca Juga:
Tahun Kedua Beasiswa "Puncak Cerdas", 316 Pemuda Puncak Dibina di Semarang
Menurutnya, Dana Kampung tidak boleh disalurkan secara sembarangan. Penyalurannya harus mengacu pada instruksi Bupati Deiyai yang memprioritaskan 3 pilar utama.
"Yang pertama untuk pendidikan, khusus bagi guru-guru kontrak. Yang kedua untuk kesehatan, bagi kader-kader Posyandu di kampung. Dan yang ketiga untuk membantu rakyat miskin di kampung tersebut," jelas Timotius.
Ia juga meluruskan bahwa anggaran Dana Kampung bukan hanya untuk honorarium aparat kampung. Lebih dari itu, dana ini harus dikelola secara bertanggung jawab untuk mewujudkan visi Bupati Deiyai yaitu "Enaimo Ekowai, Untuk Deiyai".
Baca Juga:
HUT ke-4 Papua Tengah, Kadis Sosial Deiyai Ajak Perkuat Sinergi dan Gotong Royong
"Dana ini bukan untuk bayar mas kawin, bukan untuk bayar utang-piutang, dan bukan untuk baku rampas. Dana ini pemerintah berikan untuk rakyat, untuk membangun kampung-kampung, mensejahterakan rakyat kecil di kampung, dan membangun dari kampung ke kota sesuai moto 'Deiyai Dou, Enaimo Ekowai, Untuk Deiyai'," tegasnya.
Timotius berharap seluruh aparat kampung dan masyarakat dapat bersama-sama mengawasi penggunaan Dana Kampung agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menekankan transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar Dana Kampung tidak melenceng dari tujuan awal. Dengan pengelolaan yang baik, dana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, derajat kesehatan, dan kesejahteraan kelompok rentan di kampung.