PAPUA.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Agama akan menyelenggarakan dzikiir dan doa Kebangsaan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasam kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Kegiatan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan diperkirakan akan diikuti sekitar 100.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal 19 Maret Belum Penuhi Kriteria
Mengawali rangkaian peringatan kemerdekaan dengan dzikir dan doa merupakan tradisi kebangsaan yang mencerminkan karakter religius bangsa Indonesia.
Kemerdekaan dipandang bukan hanya sebagai buah perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri dan dijaga bersama.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, penyuluh agama, pelajar, santri, mahasiswa, guru, organisasi kemasyarakatan, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Baca Juga:
Kemenag Jelaskan Jet Pribadi Menag Saat Resmikan Balai Sarkiah di Takalar
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan shalat Magrib berjamaah bagi peserta muslim, dilanjutkan senandung shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dzikir bersama, doa kebangsaan yang dipimpin para tokoh lintas agama, serta penampilan paduan suara kebangsaan sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, selaku sekretaris Tim Kerja kegiatan dziikir dan doa kebangsaan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus ikhtiar bersama memohon keselamatan dan kemajuan bangsa.
"Kemerdekaan adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa sekaligus buah perjuangan para pahlawan. Karena itu, mengawali bulan kemerdekaan dengan dzikir dan doa merupakan cara bangsa Indonesia memadukan rasa syukur, persatuan, dan ikhtiar membangun masa depan. Kerja keras harus berjalan seiring dengan doa, sebagaimana ikhtiar lahir perlu disertai ikhtiar batin," ujar Muchlis, Jumat 31 Juli 2026.