PAPUA.WAHANANEWS.CO, Wamena - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Pegunungan meminta pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan dan Tanah Papua secara umum.
Permintaan ini disampaikan menyusul tingginya angka kematian pasien serta banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan medis.
Baca Juga:
Pemerintah Daerah Bersama Pemuda Bersinergi, Sejarah Baru KNPI Tolikara
Ketua DPD I KNPI Papua Pegunungan, Dolpinus Weya, A.Md.Sos, mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan bermartabat.
"Kami tidak sedang menyalahkan satu pihak, tetapi mendorong adanya evaluasi serius. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan negara wajib memastikan layanan tersebut berjalan dengan baik, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan seperti Papua Pegunungan,” ujar Dolpinus, dikutip Selasa.
Sekretaris DPD I KNPI Papua Pegunungan, Yulans FY Wenda, S.Hi, menjelaskan bahwa KNPI menerima banyak laporan dari masyarakat serta unggahan di media sosial yang kemudian didokumentasikan dan ditelusuri lebih lanjut.
Baca Juga:
Warga 4 Jemaat Gereja di Distrik Yiluk Minta Pemkab Lanny Jaya Perbaiki Jembatan Kali Won
Menurut Yulans, terdapat sejumlah pola permasalahan yang berulang, di antaranya pasien dalam kondisi gawat darurat tidak langsung ditangani karena persoalan administrasi, keterbatasan obat di rumah sakit, hingga pemeriksaan medis yang dinilai tidak sesuai kebutuhan pasien.
"Kami menemukan beberapa kasus pasien kritis yang harus menunggu administrasi sebelum mendapat tindakan. Ada juga pasien yang kesulitan mendapatkan obat di rumah sakit dan diarahkan ke apotek luar,” kata Yulans.
Selain itu, KNPI juga mencatat adanya keluhan terkait fasilitas rumah sakit yang tidak layak, seperti kamar mandi rusak dan keterbatasan air bersih, serta lambatnya penanganan terhadap ibu hamil dan korban kecelakaan lalu lintas.