Elipas menegaskan konflik berkepanjangan tidak akan selesai dengan saling menyalahkan. Jalan satu-satunya adalah dialog yang jujur dan terbuka.
Dialog, kata dia, harus melibatkan gereja, tokoh adat, perempuan, pemuda, dan pemerintah. Tanpa dialog, generasi berikutnya dikhawatirkan hanya akan mewarisi dendam, bukan damai.
Baca Juga:
Presiden Prabowo: Percepatan Pembangunan Papua sebagai Kunci Pemerataan Nasional
Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia dan perlindungan warga sipil. "Karena setiap nyawa yang jatuh, setiap rumah yang terbakar, adalah luka bagi kita semua sebagai anak bangsa," ucapnya.
Menjelang HUT ke-81 RI
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Elipas mengajak seluruh pihak mengisi kemerdekaan dengan keadilan. Bentuknya, antara lain, melalui penyediaan sekolah yang layak di kampung, puskesmas yang memiliki obat, dan kepulangan para pengungsi ke rumah mereka.
Baca Juga:
Pekerja Jalan di Intan Jaya Tewas Ditembak KKB Saat Ukur Jalan
"Papua tidak minta istimewa. Papua hanya minta diperlakukan sama sebagai bagian dari Indonesia," katanya.
Ia berharap pembangunan Papua dilakukan bukan dari atas ke bawah, tetapi dimulai dari kampung ke kota, dari kelompok yang paling kecil, paling lemah, dan paling terlupakan.
[Redaktur: Hotbert Purba]