3. Syarat Penyelesaian
Syarat utama untuk penyelesaian akar konflik Papua Barat adalah kita harus membebaskan diri dari perasaan dendam, benci, sakit hati, kepahitan, tidak senang, dan tidak suka kepada orang lain.
Baca Juga:
Naniek Deyang Mundur dari Kepala BGN
Seperti biasanya, orang sakit tidak dapat menolong orang sakit. Hanya orang sehat yang dapat menolong orang sakit. Orang-orang yang berada dalam penjara kebencian dan dendam tidak akan pernah membebaskan bangsanya dari penindasan. Kita harus membangun "trust".
Dari perspektif ini saya percaya, bagi orang-orang yang mau bersahabat dengan jujur dan tulus kepada musuh atau lawan, Tuhan akan hadirkan jalan menyelesaikan persoalan-persoalan sulit dengan semangat kesetaraan, saling percaya, dan saling menghormati. Jalan ke arah itu harus dirintis dalam persepsi dan paradigma baru dengan standar nilai kejujuran, kebenaran, keadilan, dan kasih.
Saya melihat komitmen mulia dari Presiden Prabowo Subianto tercermin sebagai pribadi yang berbudi luhur, berkarakter jujur, berwatak tidak berpura-pura, tidak munafik, dan selalu berbicara apa adanya serta mewujudkannya. Presiden Prabowo adalah manusia yang unik dan langka. Saya respek dan mengapresiasi Prabowo dalam konteks ini.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Blak-blakan Resah Timnas Indonesia Belum Lolos Piala Dunia: Jangan Anggap Enteng Sepak Bola
4. Tiga Pijakan Optimisme dari Prabowo Subianto
Pertama: Prabowo Berkarakter Jujur dan Berbudi Luhur, Beberapa ungkapan dari hati nurani Prabowo "Satu hal, saya ini orang yang cepat terharu. Terus terang saja. Saya tidak suka lihat penderitaan... Kalau Anda tidak bisa membantu banyak orang, bantulah satu orang. Kalau Anda tidak bisa membantu satu orang, jangan bikin orang itu susah."
"Kita harus berani jujur kepada diri kita sendiri. Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Saya bukan orang yang suka menjilat.