"Kita harus bergerak bersama. Mulai dari deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, sampai memastikan pengobatan pasien berjalan tuntas," katanya.
Ia menyebut sinergi perlu dibangun mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta melalui program CSR, organisasi masyarakat, akademisi, hingga kader kesehatan di tingkat kampung.
Baca Juga:
Angka Pasien Idap Batuk dan Influenza Meningkat 20 Persen Sejak Bulan Juni
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Paniai menetapkan 3 target utama:
1. Meningkatkan koordinasi dan integrasi lintas sektor dalam penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria.
2. Memperkuat sistem pelaporan dan evaluasi data, serta pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien.
3. Merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif dan berdampak langsung di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Farialice Y. Tatogo, S.KM., mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Paniai dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinkes Provinsi Papua Tengah yang telah menyatukan semua lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk bersama-sama menurunkan penularan penyakit ATM di Kabupaten Paniai," ujarnya.
Baca Juga:
Deiyai Fokus Tangani TB, Dinkes Gelar Pelatihan untuk Petugas Puskesmas
Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi dengan TP PKK dalam pelayanan imunisasi Zero Dose tahun 2025.
"Berkat kerja sama ini, kami akhirnya mendapat piagam penghargaan dari Menteri Kesehatan dan PKK Pusat. Ini adalah salah satu contoh terobosan baru yang PKK bantu pada Dinas Kesehatan," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Kadinkes mengajak lembaga lain untuk ikut terlibat. "Kami menunggu dinas atau lembaga mana lagi yang akan membantu kami Dinkes Paniai untuk menurunkan angka penyakit ATM," harapnya.