Angginak berpesan kepada sarjana muda Papua agar menjadikan ilmu sebagai senjata untuk selamatkan hutan, tanah, dan manusia. “Jangan jadikan ilmu untuk mempersulit, menyiksa, membunuh, atau mencuri. Tapi gunakan keterampilan untuk menolong sesama,” tegasnya.
Ia menekankan, Papua bukan tanah kosong. “Sejak Tuhan ciptakan, Papua sudah ada penduduknya yaitu orang asli Papua yang hidup berkarya, beranak cucu di negeri ini. Jadi anggapan Papua tanah kosong itu kebohongan besar,” kata Angginak.
Baca Juga:
Permohonan Perlindungan Tokoh Adat Papua Terkait Pesta Babi Ditelaah LPSK
Ia mengajak orang asli Papua bersatu. “Jangan bermimpi orang dari negara luar akan datang bantu derita orang asli Papua. Orang asli Papua sendiri saatnya bangkit menentukan masa depan dengan semangat.”
Usai diskusi, Angginak yang juga pegiat literasi menyerahkan dua buku karya anak Papua kepada Marsela Tabuni. Buku itu berjudul "Sejarah Kepemimpinan 6 Pemuda Baptis Papua" dan karangan Socratez Sofyan Yoman bertema "Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua". Buku diserahkan untuk Lapak Baca di Tugu Menara Salib Jayawijaya, Wamena.
“Penyaluran buku ini upaya nyata ajak anak muda budayakan membaca di kampus, gereja, komunitas, dan kantor pelayanan,” ujar Angginak.
Baca Juga:
ETH Berjanji Kawal Kasus Dugaan Kriminalisasi, Oknum Polsek Maro Sebo Resmi Dilaporkan ke Polda Jambi
Ia menilai literasi cara efektif mencerdaskan dan menolong sesama. Karena itu ia meminta pemimpin gereja membuka kelas literasi di setiap tempat pelayanan. “Pemerintah dan gereja bangun sarana megah, tapi jika pembangunan manusianya lemah, kita akan jadi tamu di negeri sendiri,” katanya.
Angginak mengajak belajar dari honai, gereja, komunitas literasi, dan sekolah untuk siapkan generasi muda berkualitas dan takut akan Tuhan. “Penduduk orang asli Papua terus berkurang. Jangan bedakan gunung dan pantai. Saatnya orang asli Papua dari Sorong sampai Merauke bersatu selamatkan manusia, hutan, dan tanah Papua,” tegasnya.
Ketua Pemuda Baptis Wilayah Hubula, Yeslin Yoman, menyampaikan terima kasih kepada narasumber. Ia menyebut kegiatan positif seperti ini akan terus dilakukan. “Kami minta dukungan doa, daya, dan dana dari tokoh, kader, intelektual, serta semua pihak,” ujarnya.