Papua Bukan Tanah Kosong
Film ini menegaskan bahwa Papua bukan tanah kosong. Data menunjukkan pemerintah pusat telah melepas status kawasan hutan seluas 474.000 hektare di Wanam, Merauke, untuk dijadikan food estate. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan lahan tersebut adalah milik negara dan tidak perlu pembebasan tanah karena "belum ada penduduknya".
Baca Juga:
Diduga Gunakan Biosolar Bersubsidi untuk Proyek Tol, PT Fitra Wika Disorot: Keuntungan Proyek Jangan Dibangun dari Hak Rakyat Kecil
Namun, pandangan ini ditentang keras oleh masyarakat adat dan aktivis lingkungan.
Greenpeace Indonesia mencatat ada 94 perusahaan perkebunan sawit di Papua dengan luas 1,3 juta hektare. "Demi ambisi swasembada pangan dan energi, jutaan hutan alam Papua harus hilang. Ini mengabaikan keberadaan masyarakat adat sebagai pemegang kedaulatan Tanah Papua," tegas Asep Komarudin, Juru Kampanye Hutan Greenpeace.
Dampak Lingkungan dan Budaya
Pembangunan skala besar ini memicu kekhawatiran deforestasi masif dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Baca Juga:
Tiga Proyek Sampah Jadi Listrik Masuk PSN, Bekasi hingga Denpasar Jadi Tahap Awal
Film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi, yang dianggap mengintimidasi masyarakat adat yang menolak pengambilalihan tanah.
Sejumlah gereja di Indonesia telah menyatakan dukungan terhadap penolakan masyarakat adat atas PSN.
"Gereja-gereja mendukung masyarakat adat yang menolak proyek strategis nasional di tanah Papua," bunyi pernyataan dalam film tersebut.