Lipiyus menambahkan, kerukunan yang terjaga menjadi modal utama agar pembangunan dapat berjalan lancar tanpa gesekan. FKUB, kata dia, akan terus menguatkan dialog dan kerja sama antarumat untuk memastikan Papua tetap damai di tengah proses pembangunan.
Pertemuan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah dan tokoh agama untuk menjadikan “Papua Cerah” bukan hanya slogan pembangunan ekonomi, tetapi juga cerminan kehidupan sosial yang rukun, sejuk, dan inklusif.
Baca Juga:
Gubernur Papua: Masa Depan Papua Ditentukan Kualitas Pendidikan Hari Ini
[Redaktur: Hotbert Purba]