PAPUA.WAHANANEWS.CO, Wamena – Pendidikan dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun manusia Papua yang berkarakter jujur, polos, dan setia. Selain mencerdaskan, pendidikan juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, serta mendorong kemajuan sosial dan ekonomi di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Pegiat Literasi Papua Pegunungan, Angginak Sepi Wanimbo, dalam rilis opini, dikutip Selasa (7/7/2026).
Baca Juga:
Pegiat Literasi: Tanah dan Hutan Napas Kehidupan Orang Asli Papua, Wajib Dijaga Demi Masa Depan
Mengutip Ki Hajar Dewantara, Angginak menyebut pendidikan yang sejati bukan hanya mengajar, tetapi membimbing jiwa agar mengenal Tuhan dan bermanfaat bagi sesama.
"Pendidikan adalah usaha secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan," ujarnya.
Menurutnya, pemerataan akses menjadi isu penting dalam pembangunan daerah. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak tanpa diskriminasi, baik dari sisi ekonomi, wilayah, maupun latar belakang sosial.
Baca Juga:
Kekeringan Landa Kuyawage Lanny Jaya, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Pemerintah memiliki peran strategis dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, serta memastikan layanan pendidikan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.
Selain akses, mutu pendidikan juga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan manusia. Peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kurikulum yang relevan termasuk bahasa ibu, serta pemanfaatan teknologi informasi disebut sebagai langkah penting untuk menciptakan proses belajar yang efektif dan inovatif.
"Pendidikan yang berkualitas berkontribusi besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Proses pendidikan yang baik tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan hidup," jelasnya.