Angginak menyoroti masih adanya tantangan dalam mewujudkan _Education For All_. Beberapa di antaranya ketimpangan akses bagi masyarakat marginal, anak dari keluarga kurang mampu, hingga peserta didik dengan disabilitas. Hambatan ekonomi, keterbatasan fasilitas, hingga stigma sosial masih menjadi penghalang.
Ia menegaskan negara memiliki tanggung jawab krusial untuk menjamin kebijakan pendidikan yang inklusif, penyediaan sumber daya yang memadai, serta pengawasan terhadap praktik diskriminatif. Guru juga berperan sebagai agen perubahan yang memastikan setiap peserta didik merasa diterima dalam lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Baca Juga:
DPR Papua Pengunungan: Audit Segera Keuangan Pemprov
Partisipasi keluarga dan masyarakat juga dinilai penting. "Lingkungan keluarga yang mendukung proses belajar dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Ke depan, Angginak mendorong pemerintah daerah di Tanah Papua untuk lebih memprioritaskan kemajuan pendidikan di tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Selain sarana prasarana, proses belajar mengajar antara guru dan siswa juga perlu menjadi perhatian serius.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi tenaga pendidik di setiap wilayah pelayanan. Dengan begitu, guru dapat setia mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga:
YKKMP Desak TPNPB Evaluasi Penggunaan Kekuatan Usai 2 Warga Tewas di Yahukimo
"Dengan pendidikan yang baik, merata dan berkualitas, generasi muda-mudi akan lahir sebagai generasi emas yang cerdas, berkarakter, berilmu, takut akan Tuhan dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan nasional. Pendidikan adalah fondasi, napas kehidupan manusia, dan investasi jangka panjang bagi kemajuan pembangunan manusia di Tanah Papua," pungkasnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]