Insiden ini bukan hal baru. Distrik Sinak dan sekitarnya telah menjadi titik panas konflik sejak tahun 2012. Akses yang sulit, minimnya fasilitas kesehatan, dan situasi keamanan yang tak menentu membuat warga selalu menjadi korban.
Realitas Pahit di Lapangan:
Baca Juga:
Pembakaran 11 Rumah Warga di Distrik Mulia oleh OTK Diselidiki Polisi
- Fasilitas Kesehatan Mati: Korban berlindung dan dirawat di Honai, bukan di Puskesmas. Data menunjukkan Puskesmas di wilayah tersebut seringkali tidak berfungsi, kekurangan dokter, atau dianggap tidak aman oleh warga. Honai pun terpaksa beralih fungsi menjadi rumah sakit darurat.
- Jalur Evakuasi yang Mematikan: Perjalanan dari Tirineri ke RSUD Mulia memakan waktu hingga 8 jam (berangkat 09.10 WIT, tiba sore hari). Padahal, golden period penanganan luka tembak hanya 1 jam. Keterlambatan ini bukan kesalahan PMI atau petugas, melainkan kegagalan infrastruktur dan akses yang menyisakan nyawa dalam taruhan.
IV. FAKTA & YANG PERLU DIVERIFIKASI
Terkonfirmasi dari Lapdal
▪︎Ada 3 korban (1 wanita, 2 anak) di Honai Gerson Telenggeng.
▪︎Satgas Yonif 743/PSY dan PMI melakukan evakuasi.
▪︎Ondoafi Dianus Enumbi adalah pelapor awal.
▪︎Terjadi kontak tembak sebelum evakuasi.
Baca Juga:
KKB Papua Berulah Lagi, Mantan Kapolsek Mulia Tewas Ditembak
Butuh Verifikasi Independen
▪︎Siapa sebenarnya penembaknya? Butuh uji balistik.
▪︎Identitas lengkap dan usia korban anak-anak.
▪︎Kronologi pasti kontak tembak di Sinak.
▪︎Bagaimana korban bisa sampai di Tirineri?
V. REKOMENDASI: AGAR INI JADI YANG TERAKHIR
Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat beberapa langkah krusial yang harus diambil: